Kecamatan Cikarang Pusat Dialokasikan 13 Miliar Dari APBD 2026 Untuk Pembangunan Wilayah

KabarinBekasi, CIKARANG PUSAT- Di penghujung penutupan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang)  Tingkat Kecamatan tahun anggaran 2027 berakhir di gelar di Lapangan Olah raga yang berada di kompleks Kecamatan Cikarang Pusat, Sukamahi.

Pelaksana Tugas (Plt) Camat Cikarang Pusat, Khaerul Hamid menjabarkan program program pembangunan yang diusulkan pada 2027 mendatang. Dimana sebelumnya Kecamatan Cikarang Pusat mendapatkan alokasi anggaran sebesar 13 miliar pada tahun 2026 yang bersumber dari APBD KabupatenBekasi.

“Kita menjabarkan kepada para undangan yang hadir dalam musrenbang kecamatan cikarang pusat. Memang banyak usulan yang masuk ke dalam renstra kecamatan untuk program pembangunam 2027 mendatang,”Ungkap dia kepada KabarinBekasi.com (10/02).

Menurut Hamid, berdasarkan draft dari Bappeda Kabupaten Bekasi anggaran yang dialokasikan rencananya untuk menyukseskan program pembangunan yang ada di wilayah Cikarang Pusat. Meski  demikian, terdapat ada satu desa yang belom mendapatkan alokasi anggaran pada tahun 2026.

“Nilainya totalnya ada 13.563.394.850 Pembangunan ini tersebar di hampir seluruh Kecamatan Cikarang Pusat. Ada empat desa kalau nggak salah, namun ada dua desa yang memang diusulkan , namun hanya satu desa yang masuk dan Satu desa lagi  kemarin pas dicek tidak ada sama sekali pembangunan dari pemerintah daerah untuk di tahun ini.”kata dia.

Selain bahas program pembangunan, Hamid sempat menyinggung soal banjir yang terjadi di dua desa diantaranya desa pasir ranji dan desa pasari tanjung. Hamid menyebut banjir yang terjadi di kedua desa ini sudah berlangsung lebih dari lima hari kondisi tersebut disebabkan letak wilayah berad di cekungan aliran kali cibeet, tepatnya diarea kolong jembatan tol.

“Saya sudah mengusulkan tempat relokasi atau tempat apa istilahnya tempat penampungan srmentara. Memang itu yang sangat kami butuhkan, Di situ ada lahan, untuk lahannya sendiri merupakan lahan TPU yang notabene setelah kami cek posisinya itu pengelolaannya masih ada di Perkintam.,” bebernya.

Ga jauh dari situ pun ada pendopo, maksudnya desanya masih masuk Pasir Tanjung kalau nggak salah, walaupun lebih dekat ke Pasir Ranji. Nah itu ada pendopo, tapi pendoponya sudah sangat tidak layak. Atap-atapnya sudah pada bolong, kamar mandinya juga sudah nggak ada pintunya.” Lanjutnya

Pria yang juga menjabat Kabag Umum pada Setda Kab Bekasi ini menyampaikan mungkin ke depan, apabila memungkinkan di kami pun untuk dimasukkan ke dalam skala prioritas di level kecamatan. Karena memang wilayah itu sering langganan banjir. Dan masyarakatnya untuk relokasi pun kurang berkenan untuk pindah dari lokasi perkampungan tersebut.

“Kurang lebih di situ ada sekitar  ada 200 kakak sampai 250 kk yang terdampak banjir, Begitu pula yang ada di Desa Pasir Tanjung.  sementara ini masih menggunakan kadang PST a<span;>tau tempat relokasi penampungan sementara selama banjir. tempat penampungan   memang sangat kami butuhkan.”imbuhnya

Pemerintah Kecamatan Cikarang Pusat mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah, Kabupaten Bekasi, BESADO Yogyakarta dan yang dilihat dari data untuk pembangunan di 2026 sendiri yang ada di Cikarang Pusat yang akan dikerjakan ini.

Selain itu, jajaran pemerintah kecamatan mencoba untuk nge-push lari ke CSR. Jadi memang ada beberapa yang sudah kami komunikasikan. Ada Yayasan Bunda Suci, Indonesia Bersatu coba kami komunikasikan supaya ada pembangunan infrastruktur di wilayah desa yang memang tidak ter-cover oleh pembangunan pemerintah daerah. (kb)