KabarinBekasi, TAMBELANG- Masyarakat tambelang dan sekitarnya mengeluhkan lambannya revitalisasi perbaikan jembatan yang yang menghubungkan dua Kecamatan diantaranya Kecamatan Tambelang Dan Kecamatan Sukatani tak juga kunjung rampung.
Bahkan kabarnya pembangunan jembatan yang digelontorkan lewat Anggaran Pemerintah Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bekasi yang berbasis murni 2025 ini disebut sebut juga sudah lewat batas pelaksanaan kontruksi (kadaluarsa) sebagaimana yang tercantum di plang nama kontraktor PT.Odorma Tiara Handayani.
Setelah konfirmasi Camat Tambelang, Drs. Cecep Supriyadi, MM menyampaikan bahwa pihaknya telah beberapa kali mengunjungi lokasi proyek sebagai tindaklanjut pengaduan warga sebagai pengguna jalan yang mengeluhkan durasi pekerjaan yang terlalu lama dan menghambat aktivitas serta roda perekomian lantaran jalan tersebut salah satu akses utama penghubung dari sukatani menuju tol gabus.
“Kita didatengin warga terus menanyakan kapan jembatan itu rampung, kalau sudah begini kita semua yang kesusahan dan menghambat aktivitas serta roda ekonomi juga,” ungkap Cecep menirukan keluh kesah warga kepada KabarinBekasi.com di kantornya pada bbrp hari lalu.
Dijelaskan Cecep, dirinya sudah beberapa kali mengunjungi lokasi kegiatan perbaikan jembatan, bahkan tidak pernah melihat pihak pihak yang terlibat dalam revitalisasi diantaranya pemborong maupun pengawas berada dilokasi.
“Saya akui selama beberapa bulan sejak jembatan di bongkar tidak ada satu pun dari pihak kontraktor dan pengawas berada di lokasi. Apalagi beberapa bulan terakhir frekwensi hujan cukup tinggi dan bisa menghambat pekerjaaan sebagaimana batas waktu yang tertera.”cetus dia.
Pria yang pernah menjabat Camat Pebayuran ini, mengaku sudah berkomunikasi kepada opd teknis terkait yang menyatakan adanya pengadaan peralatan/perlengkapan teknis yang membutuhkan waktu dalam proses pengadaannya.
“Saya sendiri sudah berkoordinasi dengan OPD yang melaksanakan proyek tersebut di Tambelang. Dan minta agar untuk secepatnya menyelesaikan apa yang sudah di bongkar,”imbuhnya
Seharusnya kalo emang ga bisa di kerjakan sekarang jangan dibongkar dulu. Ini mana progres rehabilitasi perbaikan jembatan penghubung dua kecamatan berbeda makin ga jelas.”lanjutnya
Cecep menambahkan bahwa proyek revitalisasi jembatan penghubung Tambelang-Sukatani seyogianya di kerjakan dalam waktu 150 hari kerja kalender dari maret hingga juli 2025 dengan anggaran Rp. 2.491. 937. 223.
” Namun, progres revitalisasi jembatan yang menghubungkan dua kecamatan malah melesat dari jadwal yang ditentukan. Malah sepi dari aktivitas kegiatan fisik terkecuali di jaga oleh beberapa oknum masyarakat yang memanfaatkan jembatan sementara khusus roda 2 saja untuk penyeberangan sedangkan roda 4 harus memutar sejauh 18 km .”kata dia
Cecep berharap dinas terkait untuk segera menegur pihak kontraktor yang melaksanakan pembangunan di wilayahnya yang hingga kini belum juga membangun jembatan sesuai perjanjian kontrak.(kb)


