KabarinBekasi, CIKARANG PUSAT-Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Bekasi mencatat saat ini ada sebanyak 179 Desa dari total keseluruhan 182 Desa se Kabupaten Bekasi sudah memiliki Badan Usaha Milik Desa (BumDes).
Hal itu diungkap,Ketua Tim pengembangan potensi desa pada DPMD Kabupaten Bekasi,Chabib Soleh mencatat sebanyak 33 Bumdes di bidang ketahanan pangan diantaranya peternakan ayam bertelur, budidaya ikan tawar antara lain lele, patin, lalu di sektor pertanianmenanam dalam bentuk hidroponik, pengelolaan sampah jadi magot, kerajinan tangan dari eceng gondok. Percetakan, pariwisata serta lainnya.
“Bumdes ini banyak sekali sektor usahanya mulai dari peternakan, budidaya ikan, pengelolaan sampah, hingga sulap kerajinan tangan, ujarnya kepada kabarinbekasi, selasa (24/06).

Chabib menjelaskan Bumdes yang sudah berdiri ini di support dari anggaran dana desa sebesar 20 persen dari total ADD yang ada di desa tersebut. Kehadiran Bumdes di desa diharapkan bisa membantu peningkatan perekonomian masyarakat sekitar dalam membangun ketahanan pangan yang menjadi program pemerintah pusat.
“Bumdes di support dari Alokasi Dana Desa (ADD) sekitar 20 persen dari nilai nya ada. Banyak ragam nya usaha yang dijalani Bumdes ada yang ke ketahanan pangan, kerajinan tangan, pengelolaan limbah industri, dan lain sebagainya,” kata dia.
Bumdes di sektor ketahanan pangan, kata pria yang dulu pernah menjadi potografer kepala daerah ini banyak yang berhasil memanen hasil usahanya untuk di jual ke luar kabupaten bekasi seperti jakarta, bogor, karawang.
Chabib menambahkan Dinas PMD dalam hal ini sebagai pembinaan tidak masuk ke wilayah intervensi. Bumdes yang berhasil dan tidak berhasil itu menjadi tanggung jawab kepala desa yang memiliki peran untuk mengawasi, membina, maupun memberi arahan kepada pengurus yang ditunjuk. (kb)

