Juara Bertahan Porprov 2022  Diterpa Minimnya Anggaran Dan Dukungan Pemkab Bekasi

KabarinBekasi, CIKARANG PUSAT– Kontingen Kabupaten Bekasi selaku pemegang gelar juara bertahan pekan olahraga provinsi (Porprov) Jawa Barat diterpa persoalan minim dukungan anggaran hingga mempengaruhi persiapan tim pada multi ajang empat tahunan yang akan kembali bergulir 7-20 November 2026.

Wakil Ketua Koni Kabupaten Bekasi Roy Kamarullah menyebut kebijakan anggaran di tahun 2026 justru tidak berpihak pada upaya mempertahankan prestasi.

“Di saat target mempertahankan juara umum menjadi prioritas, justru dukungan pemerintah daerah melemah. Anggaran menyusut, pembinaan tersendat dan kesejahteraan atlet serta pelatih terabaikan,” katanya.

Ia mengaku kondisi tersebut memaksa KONI Kabupaten Bekasi bersama seluruh pengurus cabang olahraga harus berjuang dalam keterbatasan seraya menyoroti alasan efisiensi anggaran yang kerap dijadikan dasar pengurangan dukungan.

Menurut dia alasan tersebut tidak relevan jika dibandingkan dengan daerah lain seperti Kota Bandung, Kabupaten Bogor dan Kota Bekasi yang tetap konsisten memberikan dukungan terhadap pembinaan olahraga.

“Daerah lain tetap menjaga komitmen dengan pembinaan berjenjang, fasilitas modern dan anggaran yang relatif stabil. Tidak ada dasar kuat menjadikan efisiensi sebagai alasan untuk memangkas fondasi prestasi, melemahkan sistem pembinaan secara fundamental,” ujarnya.

Ia menegaskan kondisi ini bertentangan dengan undang-undang nomor 11 tahun 2022 tentang Keolahragaan yang mewajibkan pemerintah daerah menjamin keberlanjutan pembinaan olahraga, termasuk dari sisi pendanaan.

“Kalau nanti gagal, kita bukan kalah karena persaingan tetapi karena kebijakan tidak lagi mendukung kemenangan. Kalau sudah terbukti juara tiba-tiba kehilangan dukungan, maka masalahnya bukan pada atlet atau pelatih, tetapi pada arah kebijakan. Bagi kami, menjadi juara umum bukan hanya soal prestasi, tapi juga harga diri,” kata dia.

Sebelumnya, Pelaksana tugas Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja, menyatakan dukungan anggaran untuk persiapan Porprov Jawa Barat 2026 turun dari edisi sebelumnya disebabkan kebijakan efisiensi sekaligus pemangkasan dana transfer daerah dari pemerintah pusat.

Otoritas olahraga setempat, KONI Kabupaten Bekasi telah mengajukan penambahan anggaran melalui Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga. Namun dirinya belum bisa memastikan jumlah anggaran yang akan ditambahkan.

“Jadi begini, ya kesiapan memang kita terbentur dengan anggaran. Anggaran kemarin KONI itu kan cuma 5 miliar rupiah. Nah sekarang, minta pengajuan ke saya untuk penambahan anggaran. Nah penambahan anggaran dari mana? Itu kan permasalahannya,” ucap dia.

Asep mengaku tidak bisa memangkas anggaran dari sektor lain namun dia telah menugaskan sekretaris daerah untuk menghitung ulang anggaran di setiap dinas yang diprediksi tidak dapat diserap.

“Ya, jadi saya tidak mau mengambil yang dari mana-mana. Saya yakin lah, semua dinas itu anggarannya, tidak semuanya habis. Pasti ada yang tidak terserap. Pasti, itu yang kami ambil. Kemarin saya sudah bicara dengan Kadisbudpora, dengan dewan juga. Kami minta waktu untuk mengakomodir hal tersebut,” katanya.

Keterbatasan anggaran turut mengakibatkan banyak atlet yang diminta daerah lain untuk pindah. “Antisipasinya ya, pasti harus ada anggaran. Sekarang kan kita tahu, anggaran tidak ada, atlet belum dibayar, belum digaji, lalu dipinta oleh daerah lain, jadi atlet daerah lain. Namun harus disesuaikan dengan fiskal kita nanti,” ujarnya.

Dengan kondisi ini, lanjut dia, Kontingen Kabupaten Bekasi dimungkinkan hanya akan memberangkatkan atlet dengan jaminan medali. “Yang penting yang kelihatan juara saja lah yang diberangkatkan. Tapi nanti anggarannya berapa harus dilihat dulu. Masih ada waktu, kemungkinan di APBD perubahan nanti,” ucap dia.

Pada Porprov Jawa Barat 2022 silam, kontingen Kabupaten Bekasi berkekuatan 1.337 peserta terdiri atas 1.119 atlet ditambah pelatih, ofisial dan manajer sekaligus menjadi kontingen terbanyak kedua setelah Kota Bandung dengan 1.545 peserta.

Hasilnya, Kabupaten Bekasi berhasil memanen 451 medali dengan rincian 189 emas, 139 perak dan 123 perunggu. Unggul jauh dari pesaing terdekat sekaligus juara sebelumnya, Kabupaten Bogor yang hanya mampu meraih 392 medali (139 emas, 130 perak dan 123). (kb)