Disperkimtan Kab Bekasi Salurkan 40 Juta Untuk Bantu Korban Kebakaran

KabarinBekasi, CIKARANG UTARA — Pemerintah Kabupaten Bekasi kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan perlindungan serta dukungan pemulihan bagi masyarakat terdampak bencana. Salah satunya melalui penyerahan bantuan pembangunan rumah bagi korban kebakaran yang menimpa kediaman Bapak Ino Tarino, warga RT 13, RW 05, Desa Waluya, Kecamatan Cikarang Utara.

Musibah tersebut terjadi akibat konsleting listrik yang menyebabkan rumah korban terbakar dan mengalami kerusakan berat. Peristiwa itu tidak hanya menimbulkan kerugian materi, tetapi juga meninggalkan dampak psikologis bagi keluarga yang terdampak.

Menyikapi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimtan), memberikan bantuan sosial berupa pembangunan baru rumah korban bencana senilai Rp40 juta, sebagai stimulan untuk pemulihan dan percepatan perbaikan hunian, pada Rabu (26/11).

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Wakil Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja didampingi Kepala Dinas Perkimtan, H. Nurchaidir dalam rangkaian kegiatan Penyerahan Bantuan Sosial untuk Pembangunan Rehabilitasi Rumah Korban Bencana yang juga mencakup bencana angin puting beliung, tanah longsor, dan kebakaran di sejumlah wilayah Kabupaten Bekasi.

Wabup Asep menyampaikan rasa prihatin dan empati mendalam atas musibah yang menimpa warga. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah memiliki tanggung jawab untuk hadir memberikan perlindungan dan memastikan warga terdampak bencana dapat segera bangkit.

“Beberapa waktu lalu, salah satu warga Desa Waluya mengalami musibah kebakaran yang mengakibatkan kerusakan rumah dan meninggalkan beban psikologis bagi keluarga. Atas nama Pemerintah Kabupaten Bekasi, kami menyampaikan rasa turut prihatin. Semoga musibah ini diganti dengan keberkahan dan kekuatan yang baru, sehingga keluarga dapat kembali menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih baik,” ujar Asep Surya Atmaja.

Wakil Bupati menjelaskan bahwa bantuan yang diberikan pemerintah daerah bersifat stimulan, namun sangat diharapkan dapat membantu keluarga korban mempercepat proses perbaikan dan pembangunan rumah agar kembali layak huni. Ia menekankan agar bantuan digunakan secara tepat untuk pembelian bahan bangunan dan upah tenaga kerja.

Dirinya juga mengapresiasi kerja perangkat daerah, mulai dari pendataan, verifikasi, hingga penetapan penerima bantuan berdasarkan Keputusan Bupati Bekasi Nomor 100.3.3.2/Kep.590-Disperkimtan/2025. Selain itu, ia menyampaikan penghargaan kepada masyarakat sekitar yang telah sigap bergotong-royong membantu korban sejak awal kejadian.

“Gotong royong masyarakat dan kerja cepat perangkat daerah menjadi bagian dari kekuatan kita. Semua bergerak bersama untuk memastikan warga terdampak mendapatkan haknya secara tepat dan cepat,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perkimtan Kab Bekasi, Nurchaidir menjelaskan bahwa sepanjang tahun ini terjadi 10 kejadian bencana, termasuk peristiwa kebakaran di Desa Waluya. Pemerintah Kabupaten Bekasi secara konsisten memperkuat perlindungan sosial dan respons kebencanaan, salah satunya melalui peningkatan alokasi anggaran di sektor perumahan dan rehabilitasi hunian warga terdampak bencana.

Diharapkan tahun depan kondisi ekonomi daerah membaik sehingga kapasitas fiskal dapat diperkuat untuk memperluas program bantuan sosial dan perbaikan lingkungan permukiman.

“Bantuan untuk korban bencana kita anggarkan Rp40 juta per rumah. Selain itu, pemerintah juga mengalokasikan anggaran untuk program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu), masing-masing sebesar Rp40 juta, dan tahun ini disiapkan sebanyak 250 unit. Semua anggaran ini naik di era pemerintahan sekarang karena kita ingin masyarakat merasakan hasil dari pembangunan yang lebih berdampak dan lebih merata,” ujarnya

Dirinya juga mengingatkan bahwa bencana bisa terjadi kapan saja dan kepada siapa saja. Karena itu, pemerintah daerah terus memperkuat upaya mitigasi, khususnya terkait keamanan instalasi listrik rumah warga, pengelolaan lingkungan, dan kesiapsiagaan masyarakat.

“Disperkimtan akan terus memperkuat mitigasi kebencanaan, tetapi peran masyarakat tetap menjadi kunci. Kewaspadaan bersama, terutama dalam menjaga instalasi listrik dan lingkungan tempat tinggal, sangat penting untuk mencegah kejadian serupa di masa depan,” jelasnya.

Pria yang cukup lama berkecimpung di Dinas Binamarga Kab Bekasi ini berharap bantuan tersebut memberikan manfaat besar bagi keluarga penerima dan dapat mempercepat proses pembangunan hunian baru yang lebih aman dan layak.

“Semoga bantuan ini benar-benar meringankan beban keluarga dan menjadi jalan bagi pemulihan kehidupan sehari-hari. Pemerintah akan selalu hadir untuk masyarakat, terutama ketika mereka membutuhkan.”pungkasnya (kb)