KabarinBekasi,CIKARANG PUSAT,-Menteri PKP Mauarar Sirait menegaskan keluhan masyarakat disebabkan karena kinerja para birokrat yang lambat. Harusnya bantuan tersebut dapat segera diproses, terlebih karena mampu mendongkrak perekonomian masyarakat.
“Harusnya kita bekerja lebih profesional kepada masyarakat. Jangan sampai terlambat-terlambat seperti ini,” kata dia yang sempat beberapa kali menegur jajarannya pada kegiatan ini.
Mauarar menyebut Presiden Prabowo telah mengucurkan Rp 130 triliun dalam program KUR Perumahan. Program ini dapat dimanfaatkan pelaku UMKM untuk pembangunan, pembelian, atau renovasi rumah yang mendukung kegiatan usaha mereka.
“Dan tahun depan dipastikan programnya berlanjut. Silakan dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan usaha masyarakat,” kata dia.
Sejumlah pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah berharap pencairan kredit usaha rakyat dipercepat. Selain itu, persyaratannya juga diminta lebih mudah.
Meski tidak dibutuhkan jaminan untuk pinjaman Rp 100 juta ke bawah, pada praktiknya para pelaku UMKM tersebut mengaku masih sering mengalami kesulitan. Hal itu dikeluhkan mereka saat Sosialisasi KUR Perumahan dan KPR FLPP di Gedung Swatantra Wibawa Mukti, Kabupaten Bekasi, Jumat (21/11/2025).
Devi (46), produsen bumbu rendang mengaku kesulitan mendapatkan akses KUR. Padahal dia membutuhkan suntikan modal untuk mengembangkan usahanya.
“Agak susah karena persyaratannya susah, aksesnya juga enggak gampang. Terutama ada jaminan. Jadi kami minta dipermudah atuh pak,” kata ibu yang memproduksi bumbu sejak 10 tahun lalu.
Selama berusaha, Devi mengaku belum pernah mengajukan pinjaman ke bank. Dia hanya mengandalkan tabungan pribadi untuk mengembangkan usaha. “Harapannya kalau pinjaman 500 juta rupiah, untuk rumah sama nambah usaha. Tapi kalau enggak 100 juta rupiah, tapi persyaratannya dimudahkan karena ini untuk usaha,” ucap dia.
Hal serupa diungkapkan Rini (37), pelaku UMKM lainnya. Pengusaha katering ini sulit mengakses KUR karena terkendala rapor merah pada Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK. Alhasil dia terpaksa meminjam rentenir untuk mengembangkan usahanya.
“Itu karena mobil saya hilang sampai sekarang enggak ada juntrungannya. Kena BI-Checking. Di sini saya bingung juga, sudah saya bilangin tapi tetap ga bisa, akhirnya ini saya pakai rentenir karena mau pinjem jaminan susah. Harusnya ini jadi jalan keluar,” kata dia.
Turut hadir dalam kegiatan ini Gubernur Dedi Mulyadi, Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang dan Wakil Bupati Asep Surya Atmaja.
“Program ini sangat baik untuk membantu masyarakat, ada bantuan kredit sampai 100 juta rupiah. Jadi masyarakat tidak pusing lagi dan jangan sampai terjerat judi online dan juga bank emok untuk usahanya. Kabupaten Bekasi tentu mendukung program ini,” ucap Wakil Bupati. (kb)


