Menteri Yasserli Targetkan Tiap Daerah Diseluruh Indonesia Miliki Balai Pelatihan Dengan Fasilitas Lengkap

KabarinBekasi, KOTABEKASI- Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menargetkan tingkat penyerapan peserta pelatihan vokasi ke dunia industri meningkat hingga 70 persen. Target tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan pelatihan yang diberikan benar-benar berujung  di terimq bekerjanya para peserta pelatihan vokasi.

Hal itu disampaikan Yassierli saat memberikan pembekalan dan orientasi peserta Pelatihan Vokasi Nasional Batch 5. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 14.000 peserta secara luring maupun daring dari berbagai balai pelatihan di Indonesia.

Menurut Yassierli, saat ini sekitar 40 persen peserta yang mengikuti pelatihan vokasi tercatat dapat langsung bekerja setelah menyelesaikan pelatihan.

“Kita terus meningkatkan tingkat penyerapan hasil pelatihan ke industri. Kalau sekarang mungkin baru sampai 40 persen yang dilatih langsung bisa bekerja, tapi target kita sampai 70 persen,” kata Yassierli dalam konferensi pers, Jumat (16/10/2026).

Untuk mencapai target tersebut, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) akan memperkuat kolaborasi dengan dunia industri, termasuk kawasan industri, kawasan ekonomi khusus hingga kawasan yang masuk dalam proyek strategis nasional.

Selain itu, pemerintah akan melakukan pembaruan kurikulum secara berkala agar materi pelatihan tetap sesuai dengan kebutuhan industri.

“Pertama kita terus membangun kolaborasi dan koordinasi dengan industri. Kedua, kita terus update kurikulum pelatihan kita sesuai yang relevan dengan kebutuhan industri,” ujarnya.

Yassierli menyebutkan bahwa  pemerintah juga akan memperluas akses informasi mengenai program pelatihan vokasi agar semakin banyak masyarakat mendapatkan kesempatan mengikuti pelatihan. Peserta nantinya akan mengikuti proses seleksi sesuai kapasitas dan kebutuhan pelatihan.

Pada tahun ini, Kemnaker baru memiliki sekitar 42 balai pelatihan yang tersebar dari Aceh hingga Jayapura. Jumlah tersebut ditargetkan bertambah menjadi 56 balai pada tahun depan.

“Target kita minimal di setiap provinsi ada satu balai. Balai inilah nanti yang akan membina balai-balai milik provinsi atau milik kota dan kabupaten,” jelasnya.

Yassierli menegaskan, program pelatihan vokasi nasional menjadi salah satu program strategis pemerintah untuk meningkatkan kompetensi masyarakat, khususnya lulusan SMA dan SMK. Meski demikian, kesempatan mengikuti pelatihan tetap terbuka bagi masyarakat dari kelompok lainnya.

Beragam kejuruan disediakan di balai-balai pelatihan yang dimiliki Kementrian Ketenagakerjaan  sehingga peserta diharapkan memiliki keterampilan spesifik yang dapat menjadi modal untuk bekerja maupun membuka usaha.

“Harapan kita mereka punya kompetensi skill spesifik dan menjadi bekal buat mereka untuk bisa bekerja atau berwirausaha,” katanya.
<span;>Yassierli menyebut fasilitas tersebut akan menjadi proyek percontohan dalam pengembangan pelatihan vokasi khusus penyandang disabilitas.

Kita ingin teman-teman kita, adik-adik kita disabilitas bisa tersenyum dan pemerintah hadir buat mereka,” pungkasnya.

Pelatihan Vokasi Nasional sendiri kini telah memasuki Batch 5, setelah sebelumnya empat batch telah dilaksanakan. Kemnaker bahkan telah membuka pendaftaran untuk Batch 6 sebagai bagian dari upaya memperluas kesempatan masyarakat memperoleh keterampilan kerja.(kb)