CIKARANG PUSAT – Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Diskominfosantik) Kabupaten Bekasi kembali unjuk gigi lewat inovasi digital yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Lewat kanal pengaduan “Lapor AA”, Diskominfosantik memperkenalkan cara baru menyampaikan keluhan publik secara cepat dan mudah, hanya lewat aplikasi WhatsApp.
Inovasi ini dipresentasikan oleh Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik, Rhamdan Nurul Ikhsan, dalam ajang Anugerah ASN Inovatif 2025, yang digelar di Kantor BKPSDM, Cikarang Pusat, Senin (28/07). Di hadapan dewan juri lintas sektor, Rhamdan memaparkan bagaimana kanal aduan ini telah membawa warna baru dalam pelayanan publik di Kabupaten Bekasi.
Tak perlu aplikasi khusus, warga cukup mengirim pesan lewat WhatsApp untuk menyampaikan keluhan atau laporan. Semua laporan itu kemudian diverifikasi dan diteruskan ke perangkat daerah terkait. Uniknya, sistem ini langsung terhubung dengan dashboard eksekutif yang bisa dipantau oleh pimpinan daerah—memastikan tindak lanjut berjalan cepat dan transparan.
“WhatsApp dipilih karena simpel dan sudah akrab di kalangan masyarakat. Kami ingin pelaporan terasa mudah, seperti ngobrol biasa, tapi tetap efektif,” jelas Rhamdan.
Sejak pertama kali diluncurkan, lebih dari seribu laporan telah masuk melalui “Lapor AA”. Angka ini menjadi bukti bahwa pendekatan digital mampu memperkuat hubungan komunikasi antara pemerintah dan warganya.
Rhamdan juga menekankan bahwa model layanan ini bisa direplikasi oleh perangkat daerah lain, sebagai bagian dari upaya memperluas jangkauan pelayanan publik yang cepat tanggap dan ramah digital.
“Dengan platform yang tepat, keluhan masyarakat bisa ditangani lebih cepat dan akurat. Ini langkah nyata menuju transformasi digital pelayanan publik,” ujarnya.
Inovasi “Lapor AA” menjadi bukti bahwa teknologi sederhana pun bisa membawa dampak besar. Bukan sekadar memudahkan, tapi juga membangun kepercayaan dan keterlibatan aktif masyarakat dalam proses pemerintahan. (red)


