KabarinBekasi, CIKARANG UTARA– Musyawarah Daerah (Musda) II Pimpinan Daerah (PD) Prima Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Bekasi yang mengusung Tagline “Bergerak Dengan Akhlak Menuju Peradaban Islam yang Kuat” secara resmi menetapkan Deden Rosadi sebagai Ketua PD Prima DMI Kabupaten Bekasi masa bakti 2026–2029. Penetapan dilakukan secara aklamasi dalam sidang pleno Musda yang berlangsung di Aula Masjid Al-Ittihad, Cikarang Utara.
Penyelenggaran Musda II berlangsung dengan suasana penuh kekeluargaan, demokratis, dan mengedepankan semangat musyawarah. Musda di hadiri oleh seluruh Pimpinan Cabang Prima DMI se-Kabupaten Bekasi, Dewan Penasehat, tokoh masyarakat, serta jajaran Pimpinan Wilayah (PW) Prima DMI Provinsi Jawa Barat.
Deden Rosadi menyampaikan rasa syukur sekaligus komitmennya untuk melanjutkan estafet perjuangan organisasi dengan memperkuat kaderisasi, kolaborasi, dan pengabdian kepada umat melalui masjid.
“Amanah ini merupakan tanggung jawab besar yang harus dijalankan secara kolektif. Tiga tahun ke depan kami akan fokus pada konsolidasi organisasi, peningkatan kapasitas kader, serta memperluas sinergi dengan DMI, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat dalam memakmurkan masjid sebagai pusat peradaban,” ujarnya.
Sebagai arah gerakan kepengurusan baru, PD Prima DMI Kabupaten Bekasi menetapkan tiga program prioritas, yakni:
Prima Mandiri, penguatan ekonomi kader berbasis masjid melalui UMKM, koperasi, dan kewirausahaan.
Prima Cerdas, peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan kepemimpinan, digitalisasi masjid, literasi dakwah, dan pengembangan konten kreatif.
<span;>Prima Bergerak, kolaborasi aksi sosial, lingkungan, kebencanaan, dan pelayanan kemanusiaan bersama jaringan masjid.
Sementara itu, Sekretaris Umum PW Prima DMI Jawa Barat, Ikmal Anshary, mengapresiasi jalannya Musda yang berlangsung tertib, demokratis, dan mencerminkan kedewasaan organisasi. Menurutnya, Musda bukan sekadar agenda pergantian kepemimpinan, melainkan momentum memperkuat arah gerakan remaja masjid dalam menjawab tantangan sosial yang semakin kompleks di Kabupaten Bekasi.
Ikmal menilai bahwa Kabupaten Bekasi sebagai kawasan industri terbesar di Indonesia menghadapi berbagai tantangan yang membutuhkan keterlibatan aktif generasi muda, mulai dari persoalan degradasi moral, penyalahgunaan narkoba, kenakalan remaja, rendahnya literasi digital, pengangguran usia muda, hingga melemahnya budaya gotong royong dan kepedulian sosial di tengah kehidupan perkotaan.
“Masjid tidak boleh hanya dipahami sebagai tempat ibadah ritual semata, tetapi harus menjadi pusat pembinaan karakter, pemberdayaan masyarakat, pengembangan ekonomi umat, serta ruang lahirnya kepemimpinan muda yang berintegritas. Di sinilah Prima DMI memiliki peran strategis sebagai organisasi kaderisasi remaja masjid yang mampu menghadirkan solusi nyata bagi persoalan masyarakat,” ungkap Ikmal.
Ia menambahkan bahwa Prima DMI harus tampil sebagai mitra strategis pembangunan daerah, membangun kolaborasi dengan pemerintah, Dewan Masjid Indonesia, lembaga pendidikan, dunia usaha, dan berbagai elemen masyarakat dalam mewujudkan Kabupaten Bekasi yang religius, maju, harmonis, dan berdaya saing.
Menurutnya, tema Musda “Bergerak Dengan Akhlak Menuju Peradaban Islam yang Kuat” harus diwujudkan dalam bentuk kerja nyata, bukan sekadar slogan. Akhlak harus menjadi fondasi setiap gerakan organisasi, sedangkan peradaban dibangun melalui kader-kader yang memiliki kapasitas intelektual, kepedulian sosial, kemampuan kepemimpinan, serta semangat pengabdian kepada umat.
Ikmal juga mengajak seluruh remaja masjid di Kabupaten Bekasi untuk tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan bersatu dalam satu gerakan pembinaan yang terarah melalui Prima DMI.
“Saya mengajak seluruh remaja masjid, pemuda Islam, dan aktivis dakwah di Kabupaten Bekasi untuk merapatkan barisan bersama Prima DMI. Jadikan organisasi ini sebagai rumah besar kaderisasi, ruang belajar, ruang berkhidmat, sekaligus wadah pemersatu gerakan remaja masjid dalam membangun umat dan daerah. Persatuan akan melahirkan kekuatan, sedangkan perpecahan hanya akan melemahkan perjuangan.”demikian tutup dia (kb)


