800 Peserta SPPG Ikuti Bimtek, Direktur BGN Wilayah II: Dari Dapur SPPG, Kita Siapkan Generasi Cerdas, Sehat, dan Berdaya Saing

KabarinBekasi, SERANGBARU– Dalam kerangka penguatan kualitas dan profesionalisme tenaga pelaksana program Makan Bergizi Gratis (MBG), Dr. Nurjaeni, Ph.D, Direktur Penyediaan dan Penyaluran Wilayah II Badan Gizi Nasional (BGN), secara langsung membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi penjamah makanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Bekasi.

Kegiatan Bimtek yang menjadi bagian dari rangkaian serentak nasional ini berlangsung di Lakeside Hotel, Kec.Serang Baru, Kabupaten Bekasi. Acara ini dihadiri oleh 800 peserta yang merupakan penjamah makanan dari SPPG di wilayah tersebut.

Dalam sambutannya, Dr. Nurjaeni, Ph.D, menekankan bahwa kegiatan ini adalah implementasi nyata dari Rencana Kerja BGN Tahun 2025. “Melalui bimtek ini, kami ingin memastikan bahwa setiap penjamah makanan memiliki kompetensi dan keterampilan yang memadai dalam seluruh tahapan penyediaan makanan bergizi mulai dari pemilihan bahan, pengolahan, hingga distribusi kepada penerima manfaat,” tegasnya.

Fokus utama bimtek ini adalah pendalaman standar higienitas, keamanan pangan, dan tata kelola penyediaan MBG. Para peserta menerima materi dari berbagai ahli yang menjadi narasumber, yaitu: Oktanella Rembulan Sari, S. Si., Apt. (Ahli Pertama BPOM), Firmansyah, S.Farm, Apt, PFM (Ahli Pertama BPOM), Emi Kuntari, S. KM (Kesling Dinkes Kab. Bekasi), Gilang Rizky Pratama, ST., M.Si dan Jessica Olivia Putri, S.T. (Analis Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup), Asep Permana (Plt. Sekretaris Disdik Kab. Bekasi), dan Maryatul Qibtiyah, S.Gz.,RD (Ketua Persagi Kabupaten Bekasi).

Secara keseluruhan, BGN melaksanakan bimtek serentak ini di 34 kabupaten/kota di enam provinsi, dengan melibatkan partisipasi total sekitar 30.000 penjamah pangan. Dalam arahannya kepada peserta bimtek ini, Direktur BGN menyampaikan sepuluh langkah strategis peningkatan layanan MBG yang mencakup aspek teknis, manajerial, dan kualitas pelayanan:

-Penempatan 5.000 Chef profesional dari Indonesian Chef Association (ICA) di SPPG baru untuk transfer pengetahuan dalam pengolahan makanan bergizi dan aman.

– Pelaksanaan rapid test food berkala oleh Balai POM guna menjamin keamanan pangan.

-Penerapan wajib Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi setiap SPPG.

-Pemanfaatan platform LMS Plataran Sehat Kementerian Kesehatan untuk pembelajaran daring bagi tenaga pelaksana.

-Penggunaan air bersih berstandar kesehatan serta sterilisasi alat makan dengan air panas 80 derajat C.

-Penambahan tenaga ahli gizi agar pendampingan gizi lebih optimal.

-Penerapan sertifikasi halal untuk memastikan kepatuhan nilai keagamaan.

-Pemasangan CCTV di dapur SPPG untuk menjamin transparansi dan pengawasan proses produksi.

-Kepatuhan terhadap Standard Operating Procedure (SOP) sebagai dasar tata kelola layanan yang profesional dan akuntabel.

-Penguatan edukasi dan monitoring berkelanjutan untuk menjaga mutu pelayanan MBG.

-Direktur menambahkan bahwa menjadi penjamah makanan adalah tugas sosial dan ibadah dalam menyediakan asupan bergizi bagi anak-anak Indonesia menuju Generasi Emas 2045.

“Dari dapur SPPG inilah kita menyiapkan generasi cerdas, sehat, dan berdaya saing,”tandas dia.

Melalui pelaksanaan bimtek serentak ini, BGN berharap terbentuk jaringan penjamah pangan yang kompeten, beretika, dan berdedikasi, serta menjadi garda terdepan dalam memastikan setiap anak Indonesia memperoleh makanan yang layak, sehat, dan bergizi seimbang. (kb)