KabarinBekasi, CIKARANG UTARA– Penantian hampir 28 tahun itu akhirnya terjawab. Pasar Baru Cikarang yang rusak akibat kerusuhan Mei 1998 dan selama ini hanya mendapat perbaikan seadanya, kini mulai direhabilitasi secara bertahap melalui kebijakan yang digagas Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja. Wajah pasar tradisional terbesar di Kabupaten Bekasi itu pun perlahan kembali bersolek.
Kepala UPTD Pasar Wilayah IV Cikarang Utara, Hasyim Adnan, mengatakan rehabilitasi dilakukan secara bertahap. Sejumlah pekerjaan utama, seperti perbaikan atap yang selama ini menjadi keluhan pedagang, telah rampung. Saat ini, pengerjaan difokuskan pada pengecatan bangunan, penggantian keramik di lobi utama, serta pembersihan area dalam pasar, termasuk basement.
“Atap sudah selesai dan sudah rapat. Tinggal pengecatan, keramik di lobi utama, sama bersih-bersih di bagian dalam. Mudah-mudahan sebelum 17 Agustus sudah selesai,” kata Hasyim, Minggu (2/8).
Kendati demikian, proses rehabilitasi belum seluruhnya rampung, perubahan wajah Pasar Baru Cikarang mulai terlihat. Bangunan yang selama bertahun-tahun tampak kusam kini tampil lebih cerah dengan dominasi warna oranye. Namun, masih ada beberapa bagian yang harus diselesaikan, seperti pengecatan sisi selatan bangunan dan penyempurnaan area dalam pasar.
“Sudah mendingan, sudah kinclong sedikit. Memang masih ada sisi samping sebelah selatan yang belum dicat,” ujarnya.
Menurut Hasyim, penyelesaian rehabilitasi sengaja dikebut agar bertepatan dengan momentum Hari Jadi ke-76 Kabupaten Bekasi. Pembenahan tersebut juga menjadi bagian dari penataan kawasan Pasar Baru Cikarang yang diselaraskan dengan program relokasi pedagang pasar tumpah dari kawasan lampu merah SGC ke dalam area pasar.
“Momennya memang pas. Setelah direhab, penataan kawasan juga nyambung dengan program relokasi pedagang pasar tumpah dari lampu merah SGC ke dalam Pasar Baru Cikarang,” katanya.
Ia menjelaskan, penataan pasar tidak berhenti pada rehabilitasi gedung. Pemerintah juga melanjutkan pembangunan infrastruktur pendukung melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Pekerjaan tersebut meliputi pengaspalan jalan, pembangunan drainase menggunakan U-Ditch, penataan trotoar dengan conblock, pembangunan pagar pembatas, hingga penyediaan bangku bagi pengunjung seperti yang ada di kawasan Braga, Kota Bandung.
“Nanti ada aspal, drainase U-Ditch, trotoar, pagar perbatasan, sampai bangku seperti yang ada di Braga,” ungkapnya.
Hasyim menambahkan, seluruh program pembenahan telah masuk dalam rencana kerja pemerintah hingga 2029 dan akan dilaksanakan secara bertahap. Ia berharap dukungan anggaran tetap tersedia agar proses revitalisasi Pasar Baru Cikarang dapat berjalan sesuai rencana.
“Programnya memang step by step. Renjanya sudah masuk sampai 2029. Mudah-mudahan anggarannya tidak terkena efisiensi lagi sehingga program penataan ini bisa terus berjalan,” tuturnya.
Lebih lanjut, Hasyim mengajak pedagang dan masyarakat untuk ikut menjaga kebersihan serta fasilitas yang telah dibangun. Menurutnya, keberhasilan penataan pasar tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga pada kesadaran masyarakat untuk merawat aset daerah.
“Yuk sama-sama menjaga lingkungan supaya tetap bersih. Kalau bersih, pengunjung nyaman berbelanja, aman, kondusif, parkiran juga tertib. Cikarang ini ikon Kabupaten Bekasi. Kalau bukan kita yang menjaga, siapa lagi,” pungkasnya. (kb)


