Kado Ultah Istimewa Ke 42 Tahun, Tirta Bhagasasi Ganti Baju Jadi Perumda

KabarinBekasi, CIKARANG TIMUR – Perubahan status Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dari semula Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) menjadi Perusahaan Umum Daerah (PERUMDA), menjad kado istimewa di peringatan Hari Ulang Tahun ke-42 Tirta Bhagasasi Kabupaten Bekasi, sabtu (30/9).

Direktur Utama Perumda Tirta Bhagasasi Kabupaten Bekasi, Usep Rahman Salim mengungkapkan bahwa perubahan status tersebut mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2017 terkait Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

“Alhamdulillah, tentunya ini menjadi kado paling istimewa dalam HUT ke-42. Tirta Bhagasasi Sekarang sudah berubah baju menjadi Perumda,” ungkap Usep usai perayaan HUT Perumda Tirta Bhagasasi di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi.

Menurutnya, Perubahan status tersebut melalui proses sangat panjang mengingat Pemerintah Kabupaten Bekasi terlebih dahulu diwajibkan mengakhiri kerja sama pengelolaan yang selama ini dijalankan bersama Pemerintah Kota Bekasi, sebagaimana amanah undang-undang yang menyebutkan BUMD tidak boleh dimiliki dua daerah.

“Perubahan ini melalui perjalanan yang cukup panjang dan berliku, karena di kabupaten dan kota di Jawa Barat kita yang paling terakhir. Hal ini tertunda akibat pemisahan aset kerja sama dengan Pemkot Bekasi dan juga terkait ketersediaan pembayaran kompensasi dari Pemkot Bekasi ke kita,” katanya.

Setelah pemisahan aset berhasil diselesaikan, kata pria yang mengawali karier di PDAM, Pemerintah Daerah kemudian meminta persetujuan DPRD Kabupaten Bekasi untuk membahas permohonan perubahan status yang ditindaklanjuti legislatif dengan pembentukan panitia khusus.

“Pada 11 September 2023 kemarin Pemerintah Daerah bersama DPRD menyepakati pilihan perubahana nama yakni Perumda atau Perseroda sesuai amanah PP 54 dan diketuk palu hasilnya Perumda,” imbuhnya.

Pria berkacamata ini mengaku, secara umum tidak banyak perubahan hanya saja ada sejumlah program yang menjadi prioritas percepatan melalui kewenangan direksi meski tetap menginduk pada aturan pemerintah.

Percepatan program prioritas itu sekaligus menjawab tantangan yang dihadapi perusahaan seperti ketersediaan air baku dari semula sebagai peluang mengingat tidak ada penambahan air baku dari Jatiluhur yang selama ini diandalkan.

“Karena air baku kita hanya mengandalkan Jatiluhur dan dari jaman Belanda sampai sekarang tidak ada penambahan sementara penggunaan untuk air sangat tinggi sekali. Dari kebutuhan 30.000-an liter per detik, kami baru kurang lebih 12.000 saja jadi masih kurang 20 ribu lagi untuk bisa melayani masyarakat secara keseluruhan,” jelasnya.

“Perubahan Perumda juga tentu ada penyesuaian dalam struktur organisasi, namun tidak terlalu radikal juga. Yang paling krusial itu penetapan modal dasar yang nilainya cukup fantastis hingga Rp4 triliun dengan rasio jumlah penduduk Kabupaten Bekasi mencapai 3,2 juta jiwa,” sambungnya.

Usep menyebut bahwa semua investasi untuk modal dasar ini sudah melalui proses penghitungan matang dengan tujuan utama pemenuhan kebutuhan air bersih bagi seluruh masyarakat Kabupaten Bekasi.

” Rp 4 triliun baru mencapai 60 persen cakupan layanan sesuai standar SDGS. Namun itu semua akan kita penuhi secara bertahap, sambil menunggu penyertaan modal seperti yang dilakukan sekarang ini,” ucapnya.

Selain itu, Perumda Tirta Bhagasasi akan terus meningkatkan kerjasama dengan pihak ketiga dalam pengembangan usaha lain, seperti penambahan pembangunan instalasi pengolahan air atau water treatment plant, bisnis air minum dalam kemasan, serta usaha lain.

“Dan itu sudah berjalan dengan baik selama ini, apalagi dengan status Perumda sekarang, diharapkan bisa lebih lincah lagi,” demikian tutupnya. (dj)