Alasan Fiskal, Kab Bekasi Tak Lagi Ambisi Pertahankan Gelar Juara Umum Pada Porprov 2026

KabarinBekasi, CIKARANG TIMUR- Mantan juara umum Porprov Jawa Barat 2022 lalu sepertinya memilih menurunkan ambisinya mempertahankan kembali juara yang pernah diraih empat tahun lalu. Kabupaten Bekasi  kini tidak lagi terobsesi untuk menjadi Juara Umum di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026 dan memilih menargetkan masuk pada tiga besar.

Keputusan tersebut mengemuka saat pelepasan kontingen Porprov XV dan Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) VII di Gedung Wibawa Mukti, Komplek Pemkab Bekasi. Pelepasan ini merupakan salah satu agenda awal Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja setelah dilantik sebagai bupati definitif pada 23 Oktober lalu.

Meski demikian, Asep sendiri tidak menutupi alasan tersebut, situasi hari ini jauh berbeda dari empat tahun lalu, saat Kabupaten Bekasi masih berjaya dari terpaan masalah yang melanda.

“Sekarang tentu sangat beda dengan 4 tahun yang lalu. Hari ini Keuangan kita banyak dipotong. Secara fiskal kita belum mampu, masih banyak yang harus kita bangun diantaranya untuk infrastruktur, pendidikan, kesehatan,” ungkapnya kepada awak media di Gd WibawaMukti, Kompleks Pemkab Bekasi, Kamis (5/11).

Ia menyebut daerah harus membagi anggaran dengan kebutuhan lain yang tak bisa ditunda. “Orang sakit harus dilayani, tidak bisa terbengkalai. Tapi atlet tetap kita fasilitasi,” katanya. Dukungan untuk atlet kali ini, ia mengakui, tidak sebesar Porprov 2022 yang anggarannya mencapai Rp70–80 miliar.

Meski begitu, Asep menolak jika targetnya dibilang semata ditentukan anggaran. “Kita usahakan semampu kita, semaksimal kita,” ujarnya.

Bahkan asep pun menyebut bahwa para atlet dan official merupakan “petarung dan pejuang” dan yakin mereka akan tampil maksimal.”sambungnya.

Di sisi lain, KONI memilih jalur selektif. Reza Luthfi mengatakan KONI hanya memberangkatkan atlet yang dinilai berpotensi menyumbang medali emas, berdasarkan analisa bidang pembinaan prestasi — konfirmasi nama bidang. Dengan begitu, konsentrasi dan sumber daya tidak tersebar.

Disinggung apakah Kab Bekasi tidak percaya diri lagi untuk mempertahankan pretasi Juara Umum Porprop Jabar 2022, Ketua KONI Kabupaten Bekasi Reza Luthfi hanya menjawab dengan singkat, “Bukan nggak pede, melainkan harus realistis dengan kondisi sekarang ini”, ujarnya

Beragam pertanyaan yang dilontarkan wartawan pun bertubi-tubi. Apakah tiga besar berarti tidak mengincar juara umum? “Kalau membicarakan target, harus realistis,” jawab Reza. Lalu, apakah itu tanda KONI tidak percaya diri? Reza membantah tegas.

Ia kemudian memakai perumpamaan yang sederhana tetapi lugas. “Saya hari ini baru belajar berjalan, jangan dimaksudkan saya lari,” ujarnya.

Meski menurunkan target peringkat, KONI tidak mengendurkan target emas. Reza menyebut angka 128 medali emas. Bupati Asep sendiri menyebut angka 120 dan meminta medali diraih “sebanyak-banyaknya”.

Untuk memacu semangat, Pemkab menyiapkan bonus bagi peraih medali: emas Rp100 juta, perak (Rp75 juta)dan perunggu Rp50 juta.Namun atlet harus bersabar, karena bonus baru dicairkan tahun depan lewat APBD Murni. Adapun anggaran persiapan kontingen, kata Asep, cair pada hari yang sama.

Bupati juga punya “tugas tambahan” bagi jajarannya. Ia mewajibkan kepala dinas ikut menyaksikan langsung pertandingan atlet, sementara program bapak angkat disebutnya sedang ditingkatkan.

Penghargaan untuk Atlet Berprestasi 2025

Pelepasan kontingen juga diisi penyerahan simbolis penghargaan bagi atlet pelajar dan pegiat olahraga berprestasi Kabupaten Bekasi tahun 2025, dari ajang POPNAS XVII, Peparnas XI, FORNAS VIII, POPDA XIV Jawa Barat, dan Peparpeda IV Jawa Barat.

Kini tinggal dibuktikan di lapangan: apakah target “realistis” itu justru jadi pemantik kejutan, atau Bekasi benar-benar harus merelakan mahkota juara umum.(kb)