KabarinBekasi, CIKARANG PUSAT – Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi I DPRD Kab Bekasi dengan Perumda Tirta Bhagasasi membahas terkait masalah sebanyak 2200 sambungan langsung (SL) di jatimulya karena imbas dari terjadinya pemisahan aset Perumda Tirta Bhagasasi dan Tirta Patriot oleh kedua Pemerintah Bekasi.
Ketua Komisi I DPRD Kab Bekasi, Ridwan Arifin mengatakan imbas pemisahan aset ini telah menyebabkan sebanyak 2200 sambungan terputus di wilayah Jatimulya dan Perumahan Sakura. Sementara untuk melayani hal tersebut Perumda Tirta Bhagasasi harus lewat air baku curah, sedangkan pihak Perumahan Sakura melalui Suzuki lewat Water Treatment Plant (WTP).
“Hingga hari ini 2200 sambungan untuk Jatimulya di Jump lewat 3 sumber Air diantaranya Diskuer , Pdam dan WTP,” ungkapnya usai rapat, Selasa (20/10).
Menurut Ridwan, kekuatan dari WTP milik Suzuki itu kekuatannya 40 ribu perliter air per detik, diskuer sekitar 20 ribu perliter air per detik, sedangkan Perunda hanya 100 liter per detik. Dari semua kebutuhan, Perumda membutuhkan sekitar 25 ribu liter air perdetik dan pdam berkirim surat ke DPRD untuk mendapatkan dukungan guna menfasilitasi supaya mendapatkan WTP tersebut
“Pada dasarnya surat yang dikirimkan Perumda Tirta Bhagasasi ke DPRD Kab Bekasi melalui Komisi I sebagai bentuk memperoleh dukungan guna memfasilitasi mendapatkan WTP dari Suzuki yang memiliki kapasitas air 40 ribu liter perdetik guna melayanani 2200 sambungan di Jatimulya dan Perumahan Sakura.” tukas dia.
Legislator dari Partai Gerindra ini menyebutkan ada keinginan dari Perumda Tirta Bhagasasi di wilayah Jatimulya untuk memakai WTP Milik Suzuki. “Mengingat Suzuki mengambil air dari kalimalang cukup banyak dan di minta untuk disambungi sebagaimana atensi dari masyarakat kelurahan jatimulya, Tambun Selatan”, tandas dia
Karena sampai saat ini diakui Perumda Tirta Bhagasasi masih sangat kurang sambungan langsungnya (SL) dari 2200 yang dilayani karena sampai saat ini Perumda sendiri masih membeli air baku dari Rawa Lumbu (Kota Bekasi).
“Ini menjadi titik persoalan tadi yang dibahas bersama perwakilan manajemen direksi Perumda Tirta Bhagasasi yang diwakili Direktur Teknik didampingi Kabag Pelayanan Pelanggan,” pungkas pria yang akrab disapa Iwang
Senada disampai Direktur Teknik Perumda Tirta Bhagasasi, Rika Nursantika mengatakan semoga pelayanan air bersih untuk masyarakat kab bekasi bisa berjalan dengan lancar dan semua bisa terlayani air bersih oleh Perumda Tirta Bhagasasi kedepanya.
“Kita sudah ada rencana dengan pihak PJT dimana sudah ada pembicaraan dengan Dirut untuk bekerjasama dalam penggadaan suplai air baku curah guna menambah kapasitas yang lebih besar perliter per detiknya,” kata dia
Mengenai mulai dilakukan pendataan penggunaan Air Bawah Tanah oleh banyak perusahan di Kab Bekasi yang kini tengah di tangani Bapenda Kab Bekasi, Rika menjawab itu kewenangan di Pemerintah Kab Bekasi justru Perumda Tirta Bhagasasi menunggu langkah selanjutnya.
Rika juga mengungkap soal krisis air di wilayah utara seperti Babelan dan Tarumajaya yang kerap terjadi lantaran kapasitas airnya kecil. Dan pihak Perumda Tirta Bhagasasi berupaya menambah supai air baku dengan membeli ke Perumda Tirta Patriot agar layanan di kedua wilayah bisa terlayani dan terpenuhi. (kb)

