KabarinBekasi, CIKARANG PUSAT – Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi, Endin Samsudin, pimpin upacara pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi yang berlangsung di Plaza Pemerintah Kabupaten Bekasi, Rabu (17/6). Kegiatan tersebut diikuti oleh para pejabat pimpinan tinggi pratama, pejabat administrator dan pengawas, pejabat fungsional, Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), serta seluruh aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi.
Sekda Endin Samsudin memberi penegasan
bahwa transformasi digital yang terus berkembang telah membawa perubahan signifikan dalam sistem pemerintahan dan pelayanan publik. Pemanfaatan teknologi informasi telah mendorong proses kerja menjadi lebih efektif, efisien, dan terintegrasi, sehingga mampu mendukung peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat.
Namun demikian, di tengah berbagai kemudahan yang ditawarkan oleh teknologi digital, terdapat tantangan yang harus dihadapi bersama, khususnya terkait keamanan data dan informasi pemerintahan. Ancaman kebocoran data, penyalahgunaan akun, hingga serangan siber menjadi risiko nyata yang perlu diantisipasi secara serius oleh seluruh aparatur pemerintah.
“Transformasi digital harus dibarengi dengan kesadaran kolektif dalam menjaga keamanan informasi. Kemajuan teknologi tidak hanya menuntut kita untuk mampu mengoperasikannya, tetapi juga memahami tanggung jawab dalam melindungi data dan sistem pemerintahan,” tegasnya.
Mantan Kepala BKPSDM ini menyebut bahwa penerapan MFA menjadi instrumen penting dalam meningkatkan keamanan akun pengguna serta meminimalisasi risiko akses tidak sah terhadap sistem pemerintahan. Karena itu, seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi diharapkan dapat melaksanakan kebijakan tersebut secara disiplin dan bertanggung jawab.
“Aktivasi MFA bukan sekadar pemenuhan kewajiban administratif, melainkan bentuk komitmen bersama dalam menjaga keamanan informasi pemerintahan. Setiap pegawai memiliki peran penting dalam menciptakan ekosistem digital yang aman dan terpercaya,” ujarnya.
Lebih lanjut, pria yang tinggal di Sukadami Ciksel ini juga mengingatkan pentingnya membangun budaya keamanan digital di lingkungan kerja. Langkah-langkah sederhana seperti menjaga kerahasiaan akun, tidak membagikan kode verifikasi, menggunakan kata sandi yang kuat, mengganti kata sandi secara berkala, serta memastikan keamanan perangkat kerja harus menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari aparatur pemerintah.
Dalam kesempatan tersebut, Sekda juga mengajak seluruh ASN untuk terus meningkatkan kapasitas dan pemahaman mengenai keamanan siber seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin dinamis. Ia optimis aparatur pemerintah mampu beradaptasi dengan perubahan tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian dan perlindungan terhadap informasi strategis pemerintahan.
“ASN harus menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan data dan informasi publik. Dengan penguatan kesadaran keamanan siber, kita dapat mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih aman, tertib, profesional, serta mampu menjawab tantangan perkembangan teknologi di masa mendatang,” katanya.(kb)


