KabarinBekasi, TAMBUN SELATAN- Pemerintah Kabupaten Bekasi kini tengah Jor Jor an membangun Insfratruktur jalan terutama jalur kalimalang. Mulai dari membangun jalan hingga membangun median jalan yang menjadi pembatas taman yang di gunakan untuk menanam segala pohon.
Namun, sayangnya pembangunan yang dibangun Pemerintah Kab Bekasi lemah dalam pengawasan pembangunan terhadap jalan maupun median jalan taman yang ada di jalur kalimalang. Seharusnya pengawasan dinas melekat setiap ada pekerjaan yang dibangun pihak ketiga agar bisa di pantau lebih seksama, sehingga hasil pembangunan lebih bermutu
Seorang Pengendara motor Dwi, kepada KabarinBekasi.com menyayangkan lemahnya kontrol pengawasan terhadap kontraktor pada saat mengerjakan proyek insfratruktur jalan maupun median taman jalan yang tengah di kebut Dinas SDABMBK Dan Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kab Bekasi.
“Sebelum median taman (pembatas jalan) di bangun ini kan ga pernah ada istilah air langsung menggenang,”kata dia, senin (7/7).
Menurutnya, pembangunan median jalan taman seharusnya memperhatikan jalur air kemana akan dibuang kalau lagi hujan deras turun sehingga pergerakan air bisa langsung mengalir cepat dan surut tidak menimbulkan banjir.
“Harusnya Dinas mengechek apakah jalan dan median taman jalan sudah sesuai yang di harapkan fungsinya,” ujarnya
Hal senada juga disinggung Ade, soal pembangunan jalan di jalur kalimalang yang dikerjakan Dinas SDABMBK Kab Bekasi dan Dinas Perkimtan Kab Bekasi yang dianggapnya kurang melihat hasil mutu pekerjaan tersebut. Semua tahu kalo jalan kalimalang ini kan jalan penghubung kota dan kab bekasi yang banyak di gunakan untuk aktivitas masyarakat.
“Masa iyah setiap tahun jalan kalimalang di perbaiki terus, berarti hasil pekerjaan dari pihak ketiga (kontraktor) tidak memiliki mutu yang bagus. Contohnya ada jalan yang baru di bangun udah retak dan pecah lagi betonnya itu bisa dilihat di depan PT YKK Cibitung. Belom lagi kalo hujan turun jalanan malah sering tergenang,”tandas dia. (kb)


