Siswa siswi kelas XII SMA Pusaka Nusantara 2 “blusukan’ ke Pasar Tambun : Berpartisipasi Gen Z dalam membangun Pasar Tradisional

KabarinBekasi, TAMBUN SELATAN-Siswa siswi kelas XII SMA Pusaka Nusantara 2 di tahun pertama ini melaksanakan kegiatan yang dinamankan PENGABDIAN MASYARAKAT 2026-RED),Dimana para siswa kelas XII masuk ke beberapa lokas titik pasar, salah satunya Pasar Tambun.

Kepala UPTD Pengelolaan dan Pembinaan Pasar Wilayah I (Dinas Perdagangan) Kabupaten Bekasi, Theo Ary Wibowo,S.STP.,M.Si mengatakan pihaknya menyambut adik-adik dengan terbuka untuk dapat langsung berperan dan perpartisipasi. Setelah itu pihaknya memberikan pendampingan kepada 8 siswa siswi Pusaka Nusantara 2 untuk berkeliling dan ingin mengetahui sejauh mana perspektif mengenai suasana Pasar Tambun.

“Kami mendampingi langsung bahkan berkeliling pasar menemui para pedagang, serta ingin tahu bagaimana pandangan dari para Gen Z terkait pelaku usaha mikro lokal di Pasar Tambun. Saat ini apakah ada yang perlu di tingkatkan dalam pengelolaan dan inovasinya agar bisa menarik minat Gen Z dalam berbelanja di Pasar Tradisional yang dikelola Pemerintah Kab. Bekasi melalui Dinas Perdagangan.,” ujar Theo kepada KabarinBekasi.com, Rabu (06/5)

Menurut Theo, kehadiran adik adik dari kelas XII Sekolah Pusaka Nusantara 2 ini bisa mengimplementasikan nilai-nilai akademik, mengikis sekat antara pelajar dengan masyarakat luas, pengalaman sekaligus sumber masukan terhadap pengelolaan Pasar Tambun kedepan. Apakah hasil kunjungan ini nanti bisa diaplikasikan untuk para gen z khususnya untuk mau berbelanja kepasar tradisional seperti Pasar Tambun.

“Terima kasih buat adik-adik kelas XII dari sekolah Pusaka Nusantara 2 yang telah bersedia melakukan pengabdian masyarakat dengan terjun langsung ke Pasar Tambun. Mungkin nanti ada catatan penting dari adik-adik untuk disampaikan kepada kami (UPTD Pengelola dan Pembinaan Pasar Wilayah I) agar muncul ide-ide inovatif yang bisa menggaet minat Gen Z untuk tidak malu berbelanja di Pasar Tambun,” ujarnya.

Pasar Tambun, kata Theo satu satunya Pasar Tradisional yang menangkap langsung inovasi dengan menerapkan sistem berbelanja non tunai atau QRIS. Jadi pembeli biaa membeli sembako tanpa uang tunai dan bisa dilayani dengan baik bahkan diantar sampai alamat.

“Semoga dengan adanya Kolaborasi ini (Gen Z) bisa memberikan motivasi dan kontribusi terhadap Pasar Tambun,” tukas

Sementara itu, guru pendamping Sekolah Pusaka Nusantara 2, Supriyono, MA itu mengatakan Kami ingin mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi memiliki empati sosial yang membumi bagi para siswa dan siswi kelak lulus dari sekolah.

“Empati sosial siswa harus diajarkan sejak dini, jadi ketika mereka lulus sudah ada bekal . Tak hanya prestasi secara akademik saja,” pungkas dia (kb)