KabarinBekasi, CIBITUNG- Lurah Wanasari, Kecamatan Cibitung keluhkan tertundanya perbaikan jalan raya bosih sepanjang 700 meter yang dimulai dari pertigaaan yang menuju Kecamatan hingga sampai masjid yang bersebelahan dengan pom bensin.
Penundaaan perbaikan jalan raya bosih yang diusulkan sepanjang 700 dengan nilai alokasi anggaran sebesar 2.5 miliar ini menjadi persoalan lagi. Pasalnya, usulan perbaikan jalan ini sudah masuk dalam musrenbang namun harus dibatalkan dengan alasan efisiensi.
“Perbaikan jalan sepanjang 700 meter dengan pagu anggaran 2.5 miliar yang seyogianya mulai di kerjakan tahun 2025 ini terpaksa di batalkan lantaran ada efisiensi,”ujar Lurah Wanasari , Ujang Sukrilah kepada Kabarinbekasi.com di kantornya, Rabu (29/10)
Menurut ia, perbaikan jalan raya bosih wanasari ini sudah diusulkan perbaikannya dalam musrenbang dan sudah mendapatkan alokasi. Namun, perbaikan jalan tersebut harus ditunda lantaran adanya penerapan efisiensi oleh Pemerintah Kab Bekasi.
“Padahal akses jalan raya bosih ini sangat padat bahkan kondisinya udah banyak yang pecah betonnya. Maka dari itu perbaikan jalan diusulkan agar tidak menggangu lalin di sekitar,”ujarnya.
Meski alami penundaaan perbaikan, kata pria yang akrab disapa Aa ujang ini berharap perbaikan jalan raya bosih tetap di prioritaskan kedepannya. Karena kalau tidak dilakukan perbaikan serta perapian khawatir lalu lintas akan memicu kemacetan dan kesemrawutan lantaran menghindari jalan yang pada hancur tadi.
“Kita berharap jalan raya bosih yang tertunda ini tetap di prioritaskan kedepan. Anggaran yang sudah dialokasikan bisa di masukan lagi agar perbaikan jalan bisa dikerjakan secepatnya biar akses lalu lintas berjalan lancar dan normal tanpa hambatan yang sekarang ini banyak mendapat keluhan karena jalan pada hancur dan berlubang,” pungkas dia. (kb)


