Naikan Bantuan Rutilahu Jadi 40 Juta Per Rumah, Pemkab Bekasi Siap Bedah 3000 Rumah Di 2026

KabarinBekasi, CIKARANG PUSAT<span;> – Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimtan) mentargetkan sebanyak 3.000 rumah tidak layak huni (rutilahu) pada 2026 masuk dalam prioritas. Jumlah tersebut hampir dua kali lipat dibandingkan 2025 yang hanya 1.670 unit.

Kepala Disperkimtan Kabupaten Bekasi, Nur Chaidir, menjelaskan peningkatan target juga diiringi dengan kenaikan nilai bantuan yang ditetapkan. Jika sebelumnya setiap unit rumah hanya mendapat Rp20 juta, maka tahun depan nilainya naik menjadi Rp40 juta rumah. Dari jumlah itu, Rp35 juta dialokasikan untuk material dan Rp5 juta untuk ongkos tukang.

“Dengan adanya kenaikan nilainya, maka kualitas bangunan akan lebih baik, baik dari sisi bahan material lebih kuat, dan partisipasi masyarakat juga semakin ditingkatkan,” kata  Nur Chaidir.

Kendati demikian, rutilahu yang menjadi program pemerintah kabupaten bekasi kerap terkendala di persoalan lahan. Banyak usulan warga ditolak karena berdiri di bantaran kali, tanah negara, atau tanah kas desa.

“Ketentuannya harus ada alas hak yang jelas agar rumah tetap berdiri kokoh dan tidak rawan penggusuran di kemudian hari,” tegasnya.

Pria yang cukup lama berkecimpung di bidang PSDA Dinas Binamarga Kab Bekasi menambahkan, regulasi program rutilahu masih dalam tahap pembahasan Peraturan Bupati (Perbup) bersama Bagian Hukum Pemkab Bekasi. Revisi aturan terutama terkait kenaikan nilai bantuan dan mekanisme partisipasi masyarakat.

“Perubahan utamanya terkait kenaikan nilai bantuan yang semula sebesar Rp20 juta naik menjadi Rp40 juta per rumah, serta penyesuaian aturan partisipasi masyarakat,” jelasnya.

Selain program reguler, kata pria yang pernah menduduki Sektetaris Dinas Perkimtan ini menangani juga masalah kasus darurat. Salah satunya rumah milik Ibu Khodijah warga Cibarusah yang  alami rusak berat akibat terpaan hujan deras.

Meski tidak masuk daftar program rutilahu tahun berjalan, rumah tersebut tetap akan dibangun lewat skema bantuan kebencanaan dengan anggaran Rp40 juta.

“Fisik untuk kegiatan rutilahu tahun anggaran 2025 sudah selesai. Namun, karena sifatnya darurat roboh akibat hujan besar milik ibu khodijah maka akan Disperkimtan membangunnya melalui jalur kebencanaan. Targetnya bisa selesai satu hingga dua bulan setelah administrasi rampung,” tutup pria yang full senyum ini (kb)